Untuk konsumsi ikan hal yang penting diperhatikan adalah cara memilih ikan. Ikan merupakan salah satu makanan yang cepat rusak, karena kandungan protein yang sangat tinggi dan sebagian besar tubuhnya merupakan cairan, apabila teroksidasi menyebabkan bau busuk yang menyengat. Untuk keperluan konsumsi disarankan untuk memilih ikan yang benar-benar segar, di samping rasanya akan lebih baik, kandungan proteinnya pun lebih bagus.

Kriteria memilih ikan segar:
  • Warna kulit terang dan cerah.
  • Daging ikan bila ditekan terasa kenyal.
  • Mata jernih menonjol dan cembung
  • Sisik ikan segar masih kuat melekat kuat dan mengkilat, sisik masih utuh atau tidak ada yang lepas.
  • Insang berwarna merah
  • Sirip kuat
  • Kulit dan daging ikan tidak mudah sobek, terutama pada bagian perut
  • Tidak berbau busuk
Selain dari kesegaran hal lain juga perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memilih konsumsi ikan adalah:
  • Riwayat Alergi

Apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap sebagian atau beberapa jenis ikan sebaiknya melakukan seleksi terhadap konsumen ikan.

  • Jenis ikan

Jenis ikan selain berhubungan dengan riwayat alergi, berpengaruh juga terhadap kandungan bahan pencemar di dalamnya. Untuk jenis ikan tak bersisik seperti ikan lele, sidat dan belut lebih mudah terkontaminasi bakteri dari pada jenis-jenis bersisik.

  • Asal ikan

Untuk ikan dari teluk Jakarta yang sering terpapar limbah berbahaya dan logam berat sebaiknya tidak dipilih untuk dikonsumsi, kemudian ikan yang berasal dari sungai-sungai yang banyak lokasi penambangan emas tidak direkomendasikan karena dikhawatirkan telah terkontaminasi logam berat terutama merkuri yang berbahaya.

Selain pemilihan ikan segar secara garis besar seperti hal diatas, ada beberapa tips dalam pemilihan beberapa jenis ikan:
  • Ikan yang tidak bersisik

Ikan yang tidak bersisik seperti jenis lele (belut, sidat, belut laut) dan catfish (lele, patin, sembilang dan lainnya). Untuk memilih ikan dari jenis ini kita tidak dapat melihat dari sisiknya, untuk itu jenis- jenis ikan ini usahakan didapatkan dalam kondisi hidup, apabila terpaksa mendapat yang sudah mati maka dapat dilihat dari mata ikan: pilih yang bermata jernih, kemudian dilihat dari insangnya; berwarna merah (dikecualikan untuk belut susah untuk membuka insangnya) dan untuk yang terakhir dilihat dari fisik ikan tersebut; tidak memiliki luka di tubuhnya serta tidak mengeluarkan lendir yang berbau.

  • Jenis ikan dasar perairan/ demersal

Ikan dari dasar perairan seperti ikan kakap, kurisi, swangi, jahan dan lainnya memiliki sisik yang kuat menempel di tubuhnya. Kualitas ikan ini dapat dilihat dari sisik, mata, serta insang. Ikan-ikan dasar biasanya memiliki daging berwarna putih serta berserat yang cocok untuk diolah sebagai ikan bakar dan panggang. 

  • Jenis ikan permukaan / pelagis 

Ikan pelagis seperti ikan tuna, ikan kembung, ikan cakalang, ikang layang, ikan tongkol dan lainnya untuk mengetahui segar tidaknya ikan tersebut dapat dilihat secara umum seperti dari insang, mata serta baunya. Ikan pelagis besar seperti tuna sering juga dikonsumsi mentah seperti sushi dan sashimi, dengan syarat mutlak yaitu ikan dalam kondisi segar.

Cara memilih ikan konsumsi yang sering dijumpai berdasarkan jenis :
  • Ikan kembung, layang, banyar, selar, lemuru dan ikan salem

Pilih bermata jernih dan menonjol, sisik mengkilap. Suek sirip utuh, tidak difusikan, tidak tersedia luka dan insang berwarna merah. 

  • Ikan kakap, kerapu, dorang

Pilih bersisik kuat (tidak mudah rontok) dan Sura mengkilap, insang berwarna merah cerah, tidak membantah, dagingnya didukung kenyal, serta mata jernih dan menarik. 

  • Ikan tongkol / tuna / cakalang / tenggiri

Untuk memilih jenis ikan ini, memilih jenis utuh yang dapat dilihat dari warna sisik yang mengkilap, mata yang tajam dan menonjol, serta insang yang berwarna merah segar, serta bentuk apa saja yang dapat dilihat dari tekstur daging  yang kenyal, berwarna segar, tidak difasilitasi dan juga tidak berlendir. 

  • Ikan bandeng

Ikan bandeng memiliki sisik yang rapuh dan ikan kecil yang bisa dinikmati jumlah sisik yang lebih banyak dan mudah seperti lumpur. Itu menandakan ikan bandeng tersebut masih segar. 

  • Udang dan lobster

Untuk udang pilihlah yang warnanya segar, bening dan kenyal hindari yang sudah berubah warna menjadi oranye dan merah.  Lidang dengan kualitas rendah atau tidak segar bagian kepala mudah lepas dan dibebaskan. Sementara untuk lobster dijual di lingkungan hidup. Jika yang mati cara memilihnya sama seperti udang. 

  • Kepiting dan rajungan

Kepiting pilihlah yang hidup, dapat dilihat dari mulutnya Suei masih mengeluarkan busa udara, kaki yang utuh dan kuat.  Sementara untuk rajungan pilihlah yang tidak mudah busuk, kaki-kaki utuh dan kuat serta warna masih biru / hijau kebiruan / putih kebiruan hindari yang sudah berwarna oranye dan kuning. 

  • Cumi-cumi, gurita dan sotong

Pilih yang berkaki utuh, berwarna putih, tidak dikeluarkan lendir, terlepas dari asal tidak mudah lepas dari kepala masih masuk kategori segar, cumi-cumi, sotong dan gurita yang masih bagus putih, bisa saja sudah  lama berubah menjadi merah dan diubah. 

  • Kekerangan, tiram, dan kima

Pilih yang tidak sulit, berdaging putih, dan bersih.  Sebelum menghilangkan lumpur dan kotoran. Secara umum, hindari ikan / udang / kerang / kepiting!  cumi-cumi dan lainnya yang berasal dari tempat yang tercemar seperti Teluk Jakarta, Semarang dan daerah-daerah yang memiliki muara sungai besar yang berhulu daerah pertambangan (S. Mahakam, S. Kapuas, S. Musi).

ROMANSA REMPAH INDONESIA , HAL; 48-51 (MEMILIK IKAN SEGAR UNTUK DIKONSUMSI, SUNU TRI WIBOWO, S.Pi)

Leave a comment