Produk telur, daging, susu yang baik dan sehat untuk dikonsumsi perlu memenuhi persyaratan tertentu, sehingga bukan saja menjadi sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan, tetapi juga aman dikonsumsi. Yang terutama harus dipastikan adalah telur, susu, dan daging harus bebas dari cemaran bakteri berbahaya. Hal ini penting bukan hanya menyangkut kesehatan individu tetapi juga kesehatan masyarakat lebih luas.

Ada berbagai penyakit menular yang menginfeksi manusia bersumber pada hewan ternak, misalnya demam Tifoid bisa berasal dari daging ayam atau telur yang tercemar bakteri Salmonella Sp. (https://draxe.com/free-range-chicken/), atau daging sapi yang terkontaminasi bakteri Bacillus Antracis, penyakit menular yang sangat membahayakan (https://www. cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm4936al.htm). Selain itu, produk telur, susu, daging tentunya tidak boleh mengandung residu antibiotika (Richard Beliveau, Ph.D. & Denis Gingras, PhD, 2015) dan tentunya residu zat kimia berbahaya lain. Untuk itu Pemerintah Republik Indonesia terus menerus melakulan pengawasan yang menjamin kesehatan masyarakat.

1. Telur

Telur adalah sumber nutrisi yang lengkap dan sangat baik. Putih telurnya merupakan sumber protein vang bermanfaat untuk regenerasi sel / perbaikan sel, pembentukan antibodi, dan lainnya. Berbagai nutrisi penting terdapat di dalam kuning telur, antara lain: vitamin D, vitamin A, vitamin E, lecithin, serta mineral penting seperti kalsium, misalnya. 

Beberapa dekade terdahulu, karena kuning telur mengandung kolesterol, seringkali kuning telur tidak dikonsumsi. Padahal kuning telur mengandung berbagai zat makanan yang bermanfaat. Antara lain: asam lemak esensial Omega 3, yang berfungsi sebagai komponen membran sel, juga sangat baik untuk otak. Omega 3 (EPA DHA) juga bersifat anti inflamasi. Omega 3 sangat baik bagi kesehatan jantung. Kekurangan Omega 3 berhubungan dengan kanker dan penyakit inflamasi lainnya. Telur juga dapat menjadi alternatif bahan makanan sumber Omega 3, ketika sekarang isu pencemaran logam berat di air laut semakin marak

Tips memilih telur baik :

  • Sebaiknya memilih telur yang memiliki NKV (Nomor Kontrol Veteriner) resmi dari pemerintah, NKV akan tercantum pada kemasan telur juga masing-masing telurnya di stempel.
  • Pilih telur yang bersih cangkangnya.
  • Ketika membuka kemasan telur, pastikan tidak ada telur yang retak atau pecah.
  • Perhatikan masa kadaluwarsa telur
  • Pilih telur yang bebas Salmonella sp.
  • Pilih telur yang tidak mengandung residu antibiotika dan zat kimia lainnya.
  • Pastikan mengetahui kredibilitas Peternakan Ayam Petelur. Sebaiknya kita memilih peternakan yang mengutamakan tata laksana dengan pakan probiotik ketimbang penggunaan aditif antibiotik terus menerus.
2. Daging

Daging adalah sumber nutrisi antara lain sumber protein, sumber Omega 3, sumber vitamin D3 juga berbagai mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, zinc, dan lainnya. Secara umum kita bisa melihat bahwa daging yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia dan banyak tersedia di pasaran adalah daging ayam, daging sapi, daging kambing atau domba.

  • Ayam

Daging ayam yang layak dikonsumsi adalah daging ayam yang memenuhi persyaratan peraturan Kesehatan Masyarakat Veteriner; antara lain: 

  • Tidak terkontaminasi bakteri (Salmonella sp., Escherichia coli, dll.) 
  • Tidak mengandung residu antibiotik serta zat kimia berbahaya lain. (Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 381/Kpts/OT.140/10/2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan) Ayam yang mendapat pakan alami, biji-bijian terpilih dan hidup alami (free range / ayam lepas kebun) akan memberi daging yang baik kualitas, rasa dan tentunya aman. (https://draxe.com/free-range-chicken). 

Penggunaan imbuhan antibiotika dalam pakan ternak dengan dosis kecil terus menerus membuat ternak tumbuh lebih cepat dan lebih besar sehingga dapat “mengurangi” biaya produksi (Richard Beliveau Ph.D. Denis Gingras Ph.D., 2015). Peternakan ayam konvensional menggunakan imbuhan antibiotika dalam pakannya dengan dosis kecil menerus dan menghasilkan “super chickens”, ayamnya super besar. (https://draxe.com/free-range- chicken/). 

  • Sapi

Bila ingin memilih daging sapi, daging sapi grass fed adalah pilihan yang lebih sehat. Daging sapi grass fed yakni daging yang berasal dari sapi yang pakannya adalah rumput. Memilih bagian yang tinggi lemak meningkatkan resiko asupan kalori lebih tinggi dan kelak berkaitan dengan beberapa jenis kanker. 

Beberapa ahli nutrisi mengkhawatirkan tata laksana peternakan sapi dengan CAFO (Operasi Pemberian Makanan Ternak Konsentrat).  Yang menjadi pertimbangan adalah lemak yang lebih tinggi, selain juga menentang “pro-inflammatory omega-6 yang lebih besar dibandingkan” anti-inflammatory omega-3 “. (Richard Beliveau, Ph.D. & Denis Gingras PhD., 2015).

  • Kambing/Domba 

Sama seperti daging sapi, daging kambing / domba Grass Fed yang sebaiknya dipilih adalah bagian yang tidak berlemak. Khusus untuk memenuhi persyaratan Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner), daging sapi /kambing/domba mulai dari tata laksana pemeliharaan, proses pemotongan, sampai distribusi harus memenuhi peraturan pemerintah dan diatur oleh Otoritas Veteriner berwenang. Demikian juga produk olahan daging yang diperjual-belikan, seperti misalnya abon, dendeng, dan lainnya.

 Daging yang mengandung Omega3 dan vitamin D, tetap masih merupakan pilihan bahan makanan favorit bagi banyak orang, meskipun telah banyak yang menyatakan bahwa daging merah berkaitan dengan kanker dan kolesterol. Membatasi konsumsi daging merah, disertai dengan diet sehat seimbang yang menyertakan sayur-sayuran dan buah tinggi antioksidan yang memadai, tentu bisa menghindarkan kita dari resiko kanker. Terlebih bila kita mengetahui cara masak yang benar agar bisa mengurangi resiko penyakit kanker.

3. Susu

Sebagai bahan makanan yang sangat kaya nutrisi, susu sangat cepat / mudah basi. Susu juga mudah basi karena merupakan “low-acid food”. Karenanya susu perlu segera dikonsumsi saat itu juga atau perlu segera diproses agar lebih awet. Antara lain dengan proses pasteurisasi, atau hingga menjadi susu bubuk yang tahan lebih lama lagi, selain beberapa jenis proses pengawetan susu lainnya. (Reader’s Digest Association Inc, 2013).

 

Romansa Rempah Indonesia, hal; 41-47 (Memilih Telur, Daging & Susu Yang Ideal, Yonita Chandra, DVM, MBA, CHC)

Leave a comment