Karena maraknya bermacam-macam diet, sangat sering saya mendapat pertanyaan seputar diet a, b, c, d, dst.  Topik hari ini pun dipilih karena adanya pertanyaan yang berkembang seputar ketogenic diet😊

Pertama-tama yang ingin saya sampaikan adalah diskusi masal terlebih lagi secara tertulis (bukan talkshow atau video) tidak akan bisa meng-cover cukup aspek apabila pertanyaannya adalah seputar diet. Sesungguhnya diet mencakup aspek yang sangat luas termasuk fisiology, biologi, biochemistry, emosi, predisposisi genetika, yang semuanya mempengaruhi metabolisma selular.

Pertanyaannya, adalah jika memang ada diet yang dianggap ‘the best diet’, mengapa sampai sekarang masih terus berkembang berbagai macam diet, dan selalu ada yang sukses tapi sebaliknya ada yang ‘gagal’ atau merasa tubuhnya justru menjadi kurang sehat.

Diet adalah hal yang sering dibuat ‘over complicated’ atau sebaliknya ‘under appreciated dan under estimated’, protokol diet dengan nama yang sama sering kali penerapannya tidak sama bahkan tidak banyak yang mengerti esensi dari diet yang mereka pilih ataupun rekomendasikan, tujuan orang berdiet sering kali adalah untuk lose weight padahal diet bukan lah semata-mata untuk menjadi kurus, pengikut diet tertentu sering menjadi seorang aktifist atau fanatik (padahal tidak seharusnya demikian), dan banyak pro dan kons seputar suatu diet (dijelaskan secara scientific ataupun testimoni).

Mungkin diet yang sering dibicarakan dan polular diantaranya adalah vegan diet, vegetarian, raw food diet, diet mayo, paleo, mediteranian, Atkin, blood type, food combining, dan masih banyak lagi, namun yang saat ini sepertinya paling hangat adalah ketogenic diet.  Tidaklah mungkin membahas tiap diet dalam konteks kulwap, tetapi silakan jika ada yang ingin bertanya.

Saya merasa yang krusial  adalah mengajak berpikir kritis sebelum memilih diet tertentu.

Key points untuk menjadi pertimbangan sebelum memilih sebuah atau beberapa diet :

 

  • Life is not only about food and diet’; ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang ataupun kesuksesan weight loss nya, di luar diet itu sendiri.
  • Bagaimana jika sebetulnya keadaan status nutrisi dan kesehatan, lifestyle (pola tidur, exercise, kebiasaan, dll), faktor emosi, beliefs dan values, keadaan mikrobioma tubuh, predisposisi genetika, dsb membuat tubuh seseorang memberi respon berbeda terhadap suatu makanan? Jika suatu diet ‘berhasil atau gagal’, apakah karena makanannya/dietnya, apakah karena protokolnya tidak diterapkan dengan benar, ataukah karena faktor internal (yang sering kali terlupakan) dari orang yang mengkonsumsinya? Masih kah kita berpikir bahwa ada one size diet fits for all?
  • Apakah hanya we are what we eat? ataukah juga we are how we eat? Bagaimana dengan aspek mindfulness?
  • Sekalipun protokol dietnya bagus, apakah kita memiliki semua resource nya di tempat kita? Food availability? Kualitas bahan yang ada dan terjangkau memadai kah? Mengapa mendahulukan makanan lokal dan makan sesuai musimnya itu penting?
  • Apakah diet tersebut dapat sustain? (Dari segi waktu, ekonomi, dukungan sosial, kesiapan mental dan emosi, dll.).

Pertanyaan selanjutnya, mana yang cocok untuk autoimmune?

Catatan khusus untuk autoimmune:

Pola makan yang perlu menjadi fokus dalam kondisi autoimmune adalah *pola makan yang meredakan inflamasi/peradangan, dan memberikan kesempatan sistem imun untuk kembali melakukan tugasnya sebagaimana yang seharusnya (tidak terpicu untuk menyerang diri sendiri). Oleh karena itu, langkah awal yang harus selalu dilakukan seputar pola makan, adalah stop semua makanan pemicu flare (food sensitivity dan alergi). Tiap kasus autoimmune adalah unik, maka pemicu flare nya pun bisa berbeda pada tiap orang, namun secara umum menghentikan konsumsi gandum dan susu hewani (beserta turunannya), semua makanan olahan yang mengandung zat aditif (pengawet, perasa, pewarna, pemanis buatan, dan filler agent lainnya), nighshades (tomat, kentang, paprika, goji berries, terong), minyak trans dan makanan-makanan manis (gula, tinggi karbo). Dan juga perlu diingat bahwa sekitar 70-80% sistem imun tergantung pd kesehatan pencernaan kita (kesehatan imun kita tergantung pada mikrobioma dalam tubuh kita). Mengatasi isu leaky gut menjadi prioritas dalam kaitan reversing autoimmune.

Apakah bisa dikombinasi dengan salah satu diet popular yang ada? Jawabannya bisa saja, namun tentu harus disesuaikan dengan food sensitivity, keadaan (current) status nutrisi dan kesehatan serta kesiapan (mental, emosi, resource, lifestyle) masing-masing.

There is no one size diet fits for all- Listen to your body

Narasumber diskusi:
Susan Hartono MSc, CHt
Dewan Pembina Marisza Cardoba Foundation

I LOVE TO LEARN 
WAG KELUARGA LDHS
Rabu,  18 October 2017
Jam 18.00-20.00 WIB

LDHS Pilar no. 4 : Terus Belajar 

Leave a comment